Jum'at, 28 Nopember 2014 pkl 17:50 WIB
PENGUMUMAN
Ditulis oleh ADM JTS FT UNS   
Nov 18, 2014 at 04:45 PM

Ditujukan pada alumni, diutamakan "Fresh Graduate", dalam rangka pembinaan Tenaga Kerja Sarjana Teknik Sipil menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) maka JTS bekerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum menyelenggarakan SERTIFIKASI untuk SKA (Sertifikat Keterangan Ahli) dari LPJK.

Pedaftaran ditutup tanggal 21 November 2014.

Pelaksanaan sertifikasi tanggal 25, 26, 27 dan 28 November 2014.

Tempat di JURUSAN TEKNIK SIPIL FT UNS.

 

hubungi langsung ke pengajaran Teknik Sipil FT UNS.

 

AGREGAT BETON DARI LIMBAH PET
Ditulis oleh ADM JTS FT UNS   
Mar 16, 2014 at 06:23 PM

Oleh : Pitra Ardhiantika, Itsna Fauziah R., Adi Purwoko W. dan Aditya Nugraha

(Mahasiswa S1 Teknik Sipil UNS)

 

Beton merupakan material yang sangat sering digunakan sebagai struktur suatu bangunan. Beton sebagai bahan konstruksi yang sangat populer penggunaannya di Indonesia dibandingkan bahan konstruksi lain seperti baja dan kayu. Hampir setiap bangunan sipil, seperti gedung tidak dapat dipisahkan dengan beton baik sebagai komponen struktur utama maupun non-struktur.

 

 

baca lanjut...
Pengeringan Kayu
Kontribusi oleh Achmad Basuki   
Dec 16, 2013 at 07:08 AM

PENGERINGAN KAYU

Oleh : Achmad Basuki, ST., MT.

(Dimuat di Harian JOGLOSEMAR, Minggu 15 Desember 2013)

 

 

Salah satu masalah penting dalam pengolahan kayu sebelum digunakan sebagai bahan/material konstruksi, mebel atau pembuatan material berbahan dasar kayu adalah masalah pengeringan kayu. Setelah penebangan tanaman kayu, log kayu masih mengandung air yang relatif besar. Kandungan air pada kayu sangat mempengaruhi karakteristik kayu.

Pengeringan kayu ini bertujuan untuk mengeluarkan air dari dalam kayu hingga mencapai kadar air yang seimbang dengan lingkungan, dimana kayu akan digunakan, tanpa menurunkan kualitas kayu tersebut. Pengeringan kayu dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara alami dan menggunakan alat pengering/penguap.

Pengeringan secara alami dilakukan dengan menjemur di bawah panas sinar matahari atau mengangin-anginkan pada suhu ruang. Kandungan air dalam kayu secara perlahan akan menguap menyesuaian dengan kondisi lingkungan. Terkadang pengeringan alami ini membutuhkan waktu yang lebih lama, tergantung pada kondisi cuaca. Sedangkan pengeringan dengan menggunakan alat pengering, membutuhkan ruangan khusus yang suhu (panas) ruangannya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kecepatan pengeringan kayu.

baca lanjut...
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Jurusan Teknik Sipil FT UNS Surakarta